Breaking News

Dokter Gigi India Cabut Gigi 232 Sekaligus

Dokter-dokter di Rumah Sakit JJ, Mumbai, India, baru saja melakukan operasi yang tidak biasa. Mereka mencabut 232 gigi dari mulut Ashik Gavai, 17. Operasi memakan waktu tujuh jam.

232 Gigi

Berdasarkan keterangan keluarga, Ashik sakit gigi selama 18 bulan. Namun, dokter-dokter di desanya tidak bisa menyembuhkan. Mereka tidak mengetahui sebenarnya Ashik sakit apa. Setelah 18 bulan, keluarga akhirnya membawa Ashik ke Rumah Sakit JJ di Mumbai.

“Ashik Gavai dibawa ke rumah sakit dengan kondisi rahang kanan bengkak,” ujar Kepala Departemen Dokter Gigi Rumah Sakit JJ, Mumbai, dr Sunanda Dhiware.

Setelah diteliti, Ashik ternyata menderita complex composite odontoma. Yaitu, gusi yang diisi banyak gigi. Kondisi ini semacam tumor ringan. Dokter menjelaskan, yang terjadi pada Ashik sangat jarang dan bisa masuk dalam rekor dunia. Sebab, biasanya jumlah gigi hanya mencapai belasan atau puluhan, tidak sampai ratusan. Secara keseluruhan, gigi-gigi yang dicabut berukuran kecil, tidak sebesar gigi utama.

Operasi itu dilakukan Senin, 21 Juli 2014 dengan dua dokter bedah dan dua asisten. Awalnya, dokter sulit mengeluarkan gigi-gigi kecil tersebut. Mereka akhirnya menggunakan pahat dan palu kecil. Begitu jalan sudah terbuka, pengambilan bisa dilakukan dengan mudah. “Gigi yang dicabut tampak seperti mutiara putih kecil. Setelah kami hitung, jumlahnya 232 buah,” ujarnya. Kini Ashik memiliki 28 gigi yang normal.

Sumber : Jawa Pos, 25 Juli 2014

Dokter Gigi India

Check Also

Tusuk Gigi Tersangkut di Jantung

Tusuk gigi memang membantu kita mengeluarkan makanan yang terselip di antara gigi. Namun hati-hati dalam …

2 comments

  1. Mau tanya dok, itu di fotonya kok lebih mirip serpihan tulang daripada gigi. Jangan-jangan dokter India cuma pengen numpang tenar aja ya dok, dengan melebih-lebihkan berita ?

    • Menurut literatur McKinney serta Gomel dan Seckin, Odontoma sebenarnya merupakan tumor gigi yang terdiri dari struktur gigi dan jaringan penyangga gigi, seperti email, dentin, syaraf gigi, dan sementum.

      Jadi memang sebenarnya kasus tersebut tidak bisa serta-merta dikatakan sebagai gigi, lebih cocok bila dikatakan bagian dari gigi, atau serpihan. Namun untuk menjelaskan ke masyarakat awam, memang sulit bila dijelaskan dengan istilah medis, terlebih lagi wartawan yang kurang mengerti istilah dan kasus medis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.